Zonajatim.com, Sidoarjo – Dengan slogan Bligo Bisa, Calon Kepala Desa (Cakades) Bligo, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Doni Suhendra, menegaskan komitmennya untuk membawa perubahan nyata melalui transformasi birokrasi desa yang lebih modern, responsif, dan berpihak kepada masyarakat.
Jika dipercaya memimpin Desa Bligo, Doni Suhendra akan memprioritaskan penataan sistem pelayanan publik agar lebih optimal, cepat, dan transparan. Ia juga menargetkan program sertifikasi tanah, penurunan angka pengangguran serta mendorong masyarakat terbebas dari jeratan pinjaman online (pinjol) dan praktik rentenir, Senin (6/4/2026).
Salah satu langkah strategis yang akan ditempuh adalah menghidupkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), khususnya di sektor ekonomi produktif. Melalui penguatan UMKM dan pembukaan peluang kerja, Doni optimistis mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
“Desa Bligo memiliki potensi besar, terutama dengan keberadaan kawasan perumahan, ruko, dan perkantoran. Ini peluang untuk menggaet investasi, membuka lapangan kerja, sekaligus menjadikan warga sebagai pelaku usaha maupun supplier,” ujar Cakades Bligo nomor urut 3, Doni Suhendra.
Selain itu, ia juga berkomitmen meningkatkan kinerja perangkat desa agar mampu memberikan pelayanan prima tanpa diskriminasi, baik kepada warga kampung maupun perumahan.

Doni turut menyoroti persoalan perumahan yang hingga kini belum sepenuhnya mendapatkan pelayanan maksimal akibat belum diserahkannya Prasarana, Sarana, dan Utilitas (PSU) dari pengembang kepada pemerintah daerah. Hal ini, menurutnya, menjadi salah satu penyebab keterbatasan intervensi pemerintah desa dalam perbaikan infrastruktur.
“Ke depan, kami akan mendorong percepatan penyerahan PSU agar pemerintah desa bisa hadir memberikan solusi, mulai dari perbaikan jalan, penerangan, hingga fasilitas umum lainnya,” tegasnya.
Di bidang pemberdayaan ekonomi, Doni juga menyiapkan konsep pengembangan usaha desa berbasis kebutuhan masyarakat. Ia ingin menjadikan BUMDes lebih adaptif dengan mengadopsi sistem usaha modern, termasuk pengembangan unit usaha yang terinspirasi dari model ritel seperti minimarket.
Meski demikian, ia mengakui bahwa sektor simpan pinjam harus dikelola secara hati-hati. Oleh karena itu, pada tahap awal, fokus akan diarahkan pada penguatan usaha riil yang lebih aman dan berkelanjutan.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, Doni selama ini telah aktif membantu warga sekitar melalui skema pembiayaan mandiri dengan cicilan ringan tanpa bunga tinggi. Ia berharap, ke depan pola tersebut bisa diadopsi dalam sistem desa yang lebih terstruktur dan profesional.
Dengan nomor urut 3, Doni Suhendro mengusung visi besar menjadikan Desa Bligo sebagai desa yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing, melalui tata kelola pemerintahan yang bersih serta ekonomi masyarakat yang kuat. Br



