Zonajatim.com, Sidoarjo – Terobosan besar dilakukan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam penanganan rumah tidak layak huni (RTLH). Melalui lobi intensif ke pemerintah pusat, Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana, berhasil mengamankan anggaran Rp 24 miliar untuk merehabilitasi 1.200 rumah warga pada tahun 2026.
Program ini menjadi lonjakan signifikan dibanding target awal yang hanya 164 unit rumah melalui kolaborasi Pemkab dan Baznas. Dengan tambahan dana tersebut, total penanganan meningkat menjadi 1.364 unit, bahkan berpotensi menembus 1.500 rumah.
Wabup Hj Mimik Idayana menegaskan, keberhasilan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya warga berpenghasilan rendah.
“Kami ingin memastikan masyarakat Sidoarjo tinggal di rumah yang layak, aman, dan sehat. Ini bukan sekadar program, tapi bentuk kehadiran pemerintah untuk rakyat,” tegas Wabup Hj Mimik Idayana.

Wabup Mimik juga memastikan akan turun langsung mengawal pelaksanaan program agar tepat sasaran dan bebas dari penyimpangan.
“Saya akan ikut mengawasi di lapangan.
Dana ini harus benar-benar sampai ke masyarakat yang berhak dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya,” tambahnya.
Dalam skema pelaksanaannya, bantuan dari pemerintah pusat akan disalurkan langsung ke rekening desa dan dikelola oleh kelompok masyarakat (Pokmas), sementara program dari Baznas dan Pemkab tetap melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim).
Setiap rumah diperkirakan menerima bantuan sekitar Rp 20 juta, yang difokuskan untuk memperbaiki struktur bangunan agar memenuhi standar kelayakan hunian.
Program RTLH ini ditargetkan mulai berjalan setelah pencairan anggaran rampung. Pemerintah berharap percepatan realisasi dapat segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Dengan adanya tambahan anggaran ini, Pemkab Sidoarjo optimistis mampu menekan angka rumah tidak layak huni secara signifikan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga. Pr



