Zonajatim.com, Sidoarjo — Di tengah seruan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, sebuah dokumen internal Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memunculkan tanda tanya. Dokumen tertanggal 11 April 2026 itu berisi penunjukan Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo. Alasannya jelas: Sekretaris Daerah sedang berada di luar negeri.
Berdasarkan dokumen tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo, DR Fenny Apridawati yang lahir tanggal 13 April 1968 itu mengikuti Cybersecurity Training Program for ADLGA 2025 di Korea Selatan pada 12 hingga 18 April 2026. Selama hampir sepekan itu, posisi strategis tersebut dijalankan oleh pejabat pelaksana harian.”Perjalanan ini terjadi pada momentum yang sensitif. Pemerintah pusat tengah menekan belanja daerah, terutama perjalanan dinas luar negeri yang dinilai tidak prioritas, ” tegas Ketua JCW Sigit Imam Basuki, ST, Selasa (14/4/2026).
Informasi perjalanan ini tidak muncul dari pengumuman resmi, melainkan dari dokumen administratif internal. Surat penunjukan Plh menjadi petunjuk awal bahwa Sekda tidak berada di tempat. Perjalanan tersebut nyaris tanpa penjelasan kepada publik.
Padahal, jabatan Sekretaris Daerah bukan posisi teknis biasa. Sekda merupakan motor koordinasi seluruh organisasi perangkat daerah. Ketidakhadiran selama hampir satu minggu bukan hal sepele.”Dari sini muncul pertanyaan mendasar muncul: seberapa mendesak pelatihan tersebut?, ” kata Sigit.

Pelatihan keamanan siber memang relevan di era digital. Namun urgensinya menjadi perdebatan ketika dikaitkan dengan lokasi dan waktu pelaksanaan. Pertanyaan ini menguat karena waktunya beririsan dengan kebijakan efisiensi anggaran. “Ini bukan semata soal boleh atau tidak. Ini soal sensitivitas di tengah kebijakan penghematan,” ujarnya.
Plt Sekda Sidoarjo Ainur Rahman ketika diklarifikasi mengenai kepergian Sekda Fenny Apridawati ke Korea Selatan enggan menjawab.
Kabid Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Kominfo Sidoarjo, Anita Inggit Zaenuris Shofa menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan kegiatan dalam penguatan keamanan digital Pemkab Sidoarjo yang diikuti oleh 3 Sekda terbaik dalam ajang ADLGA 2025.
Bukan Kali Pertama
Sorotan terhadap pejabat yang bersangkutan bukan kali ini saja. Sekda Fenny Apridawati sebelumnya sempat menjadi perbincangan publik setelah menggelar acara buka bersama bernuansa India yang dinilai mewah dan viral di media sosial, kerap disebut warganet sebagai “bukber ala India Kajol”. Bupati Subandi ikut hadir dalam bukber tersebut, tambah Sigit.

“Acara tersebut memicu kritik terhadap gaya hidup birokrasi yang dianggap tidak sejalan dengan semangat kesederhanaan. Kini, perjalanan luar negeri tersebut kembali memperkuat persepsi publik. Bagi sebagian kalangan, dua peristiwa ini membentuk satu pola: adanya jarak antara narasi kesederhanaan dan praktik di lapangan, ” tegas Sigit Imam Basuki. Jk



