Zonajatim.com, Sidoarjo – Kemampuan menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi, khususnya dalam strategi pemasaran digital, akan menjadi faktor penentu paling krusial dalam meningkatkan daya saing produk lokal UMKM.
Transformasi digital mutakhir bukan lagi sekadar pilihan alternatif bagi para pelaku usaha, melainkan sebuah kebutuhan mutlak yang harus dipenuhi demi memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat nasional maupun internasional.
Wabup Sidoarjo Hj Mimik Idayana,SAP menegaskan hal itu saat meninjau stan UMKM Dinas Koperasi dan Usaha Mikro dan Disperindag Kabupaten Sidoarjo, Selasa (7/7/2026).
“Transformasi digital harus dimanfaatkan sebagai peluang. Dengan menguasai pemasaran digital, pelaku UMKM dapat memperluas jangkauan pasar, membangun citra produk, serta meningkatkan nilai jual sehingga mampu bersaing tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional bahkan internasional,” ujar Wabup Mimik Idayana.

Dalam sidak itu, Wabup Mimik melihat berbagai produk UMKM yang dipajang di etalase kantor Disperindag dan Dinkop. Produk yang ditampilkan beragam, mulai dari tas, aksesori, dompet, topi, blankon, hingga aneka makanan dan minuman olahan.
Pada kesempatan itu, Wabup Mimik meminta Disperindag dan Dinkop Sidoarjo lebih aktif mempromosikan produk UMKM agar mampu menembus pasar yang lebih luas, baik lokal, luar daerah, hingga pasar internasional.
Menurutnya, promosi dan pemasaran menjadi kunci agar produk-produk UMKM Sidoarjo bisa semakin dikenal masyarakat dan memiliki daya saing lebih tinggi. Ia juga mendorong agar UMKM tidak hanya berhenti pada produksi, tetapi mulai memperkuat branding, legalitas, dan pemasaran digital.

Lebih lanjut Wabup Mimik mengatakan, sinergi multi-pihak antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan lembaga profesi menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem UMKM yang inklusif. “Pelaku UMKM juga harus ikuti pelatihan-pelatihan juga. Nah ini loh, seharusnya masyarakat itu paham, jangan diketawain. Mungkin ini yang kurang sosialisasinya. Pelaku UMKM yang selama ini kesulitan mendapatkan perizinan dan lain-lain disilahkan datang ke klinik UMKM Dinkop. Untuk masyarakat Sidoarjo umumnya UMKM yang belum mendapatkan izin, langsung ke klinik UMKM Dinkop. Pelaku usaha yang memanfaatkan apapun, bisa mendapatkan pelatihan di sini secara gratis. Yuk, majukan UMKM yang ada di Sidoarjo bersama Kabupaten Sidoarjo mendongkrak omzet, sekaligus mewujudkan kemandirian ekonomi daerah,” pungkas Wabup Mimik Idayana.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Dinkop Sidoarjo, Amat Adi Subhan, mengatakan pihaknya terus melakukan pembinaan terhadap pelaku UMKM, mulai dari legalitas usaha hingga pemasaran.
Ia menyebut, pelaku UMKM yang terdaftar di Dinkop saat ini mencapai sekitar 153 ribu usaha. Dari jumlah itu, pembinaan terus dilakukan agar UMKM memiliki legalitas usaha dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
“Yang jelas UMKM harus punya legalitas, sehingga bisa mengakses pasar-pasar yang lebih luas. Sekarang juga kita arahkan ke dunia digital untuk pemasaran online,” ujar Amat Adi.

Amat menambahkan, Dinkop secara rutin memberikan pelatihan pemasaran digital kepada para pelaku UMKM. Dalam pelaksanaannya, Dinkop berkolaborasi dengan sejumlah pihak, termasuk platform digital dan perusahaan swasta, untuk memberikan pelatihan promosi melalui media sosial maupun marketplace. Pr


