Zonajatim.com, Sidoarjo – Kasus keracunan makanan MBG yang dialami ratusan santri Ponpes Manbaul Hikam Putat Tanggulangin disorot wakil rakyat. DPRD Sidoarjo pada Kamis (3/9/2026) menggelar hearing pengawasan distribusi MBG yang memicu keracunan makanan. Rapat mendengarkan jeritan hati anak – anak santri dan siswa beserta orang tua, terkait keracunan massal.
Tragedi pilu melukai ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam serta murid-murid sekolah di Kecamatan Tanggulangin. Mereka mendadak mual hingga muntah usai mengonsumsi santapan Makan Bergizi Gratis (MBG).
DPRD Sidoarjo memanggil para pihak terkait, namun yang hadir hanya dari jajaran Dinas Kesehatan serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, guna membongkar benang kusut tata kelola Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah yang bermasalah.
Semua anggota DPRD Sidoarjo mengaku kecewa berat, dan meluapkan amarah kecaman kerasnya kepada pihak perwakilan Korwil BGN, Satgas MBG, dan koordinator dan perwakilan SPPG di Sidoarjo. Amarah besar itu terlampiaskan dalam forum hearing secara terbuka.
Hasil investigasi membeberkan, olah makanan dimulai sejak tengah malam pukul 00.00 WIB, namun kotak ompreng kloter terakhir baru terdistribusi pukul 11.00 WIB. Jeda waktu panjang memicu pembusukan zat.
Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, M. Dhamroni Chudlori, mengatakan forum rapat evaluasi digelar guna mencari akar penyebab bencana. Ia meminta audit menyeluruh demi keselamatan anak didik.
“Kita mengundang semua pihak bersama-sama mencari akar persoalan yang sebenarnya terjadi agar tidak terulang lagi,” ujar M. Dhamroni Chudlori tegas di depan ruang sidang dengar pendapat.
Sekretaris Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Hinu Tri Sulistijorini Ririn, mengungkapkan gejala awal mulai dirasakan santri. Makanan yang tiba siang hari langsung memicu reaksi keracunan sore harinya.
Petugas medis PSC bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan evaluasi pertolongan darurat. Armada ambulans meraung-raung melarikan ratusan santri yang lemas tak berdaya menuju fasilitas kesehatan terdekat.
Perwakilan Dispendikbud Sidoarjo menjelaskan bahwa penyisiran lapangan menemukan aroma tak sedap di sekitar area pengolahan dapur SPPG. Saluran pembuangan got atau selokan bawah tempat pencucian ompreng berbau menyengat. Tl



