Zonajatim.com, Sidoarjo – Statemen Bupati Subandi soal IMB pembangunan mushola Ponpes Al Khoziny yang ambruk dan menimpa santri disesalkan DPC PKB Sidoarjo.
Ketua DPC PKB Sidoarjo Abdillah Nasih mengungkapkan rasa bela sungkawa mendalam atas musibah ini. Disisi lain pihaknya menyesalkan adanya pihak-pihak yang mencoba mencari kesalahan, termasuk statemen Bupati Subandi yang menyatakan bangunan mushala Ponpes Al Khoziny berlokasi di Siwalanpanji, Kec. Buduran Sidoarjo yang ambruk itu tidak mengantongi IMB.
Sehingga mengandung arti bahwa ambruknya bangunan mushala merupakan kelalaian dari pihak Ponpes yang tidak mengurus IMB. “Perlu diketahui, ponpes itu berdiri lama, bahkan usianya sudah ratusan tahun dan sudah melahirkan banyak ulama, para kiai maupun santri yang hebat-hebat. Kalau yang disoal itu, saya kira hampir semua bangunan Ponpes di Sidoarjo tidak mempunyai IMB,” tegasnya.
Maka terkait masalah ini, Cak Nasih mengaku telah membahas bersama dewan syuro DPC PKB,–yang didalamnya adalah para kiai, auliyah maupun masyayik. “Hasil komunikasi dengan para ulama, kami memutuskan untuk menegur keras kepada bupati karena statemennya tentang IMB,” ujarnya. “Kami benar-benar kecewa dengan stateman tersebut,” tambah Cak Nasih.
Namun pihaknya setuju untuk ke depan perlu dilakukan mitigasi,–suatu upaya untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. Misalnya dibentuk tim khusus melakukan kajian terhadap bangunan Ponpes di Sidoarjo. Selain itu melakukan pendampingan saat Ponpes membangun, sekaligus memberi kemudahan pengurusan IMB. “Kita harus bisa membuktikan bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat,” katanya, kemarin. Bd



