Zonajatim.com, Sidoarjo – Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) di seluruh daerah Indonesia tahun ini akan mendapat anggaran sebesar minimal 20 persen dari dana desa (DD) sebagai penyertaan modal. Adapun nilainya, diperkirakan mencapai ratusan juta per desa.
Sesuai Keputusan Menteri Desa dan Daerah Tertinggal Nomor 3 tahun 2025, tentang panduan penggunaan DD, penyertaan modal paling rendah 20 persen DD untuk BUMDes atau BUMDesma itu diarahkan untuk program ketahanan pangan dalam mendukung swasembada pangan.
Untuk BUMDes Parikesit Desa Ngampelsari sendiri, setelah dilaksanakan tahapan Pra Musdesus dan Musdesus sesuai Kepmendes 3/2025, telah disepakati untuk Penyertaan Modal yang akan disalurkan Pemerintah Desa sebesar Rp 280.000.000,-. Anggaran ini akan direalisasikan untuk mendukung swasembada pangan yaitu 3 unit usaha dan 1 mitra bisnis. Untuk tiga unit usaha yang mendapat penyertaan modal peternakan bebek potong mendapat Rp 77.250.000, penggemukan sapi Rp 116 juta dan kambing Rp 68.200.000.

Sekretaris Bumdes Parikesit Desa Ngampelsari Kecamatan Candi Sidoarjo Vilsen Adina, SE mengatakan kegiatan usaha bebek potong, kambing dan sapi dipilih hasil dari analisa bersama semua pihak terkait. “Ini hasil analisa bersama dan petunjuk juga dari tim Pemkab Sidoarjo,” ungkapnya usai Musdesus BUMDes Ngampelsari, Jumat (10/10/2025) malam.
Prediksinya, kegiatan ini akan dijalankan mulai bulan depan. “Kami akan berupaya meminimalisir beberapa kendala atau masalah yang dalam mengelola kegiatan usaha ini, sehingga progres outputnya bisa maksimal,” katanya.
Pada program ketahanan pangan, ia berharap BUMDes benar-benar siap menjadi pengelola terutama dalam mendukung perekonomian masyarakat. “Anggaran ini direalisasikan untuk mendukung swasembada pangan, berkelanjutan dan kemandirian ekonomi masyarakat sehingga BUMDes bisa menggali pendapatan asli desa secara maksimal. Jadi program ini tidak seperti pokmas dulu, 3 unit usaha ini nanti menghasilkan profit sekitar 40 persen yang masuk ke pendapatan BUMDes,” katanya.
Hal ini menjadi peluang pengembangan BUMDes Desa Ngampelsari yang kebetulan secara administrasi sudah ber Badan Hukum dan akan menjadi pelaksana Program Ketahanan Pangan tersebut.



