Zonajatim.com, Sidoarjo – Sikap Pemkab Sidoarjo yang melakukan pembatalan secara mendadak agenda rapat Bupati Subandi bersama pihak terkait untuk menindaklanjuti hasil rapat audensi pada tanggal 4 November 2025 tentang integrasi PSU jalan perumahan Mutiara City, perumahan Mutiara Regency dan perumahan Mutiara Harum bikin jengkel dan marah warga Mutiara Regency.
Sesuai undangan dari Sekretariat Daerah kabupaten Sidoarjo dengan nomor surat 600.2/1457/438.5.4/2025 yang diterima warga Mutiara Regency seyogyanya agenda rapat dilaksanakan pada Kamis (20/11/2025) pukul 10:00 WIB. Namun warga perumahan Mutiara Regency yang sudah bersiap hadir bersama dua Ahli dari akademisi, mendadak mendapatkan pemberitahuan pembatalan acara tersebut pada pukul 09:00 WIB atau satu jam sebelum acara dimulai.
“Kami sangat kecewa, undangan selalu datang mendadak dan pembatalannya juga mendadak. Dan ini sudah ke-dua kalinya pembatalan undangan diberitahukan kepada kami secara tiba-tiba/dadakan “, ujar Suhartono Ketua RW 16 perumahan Mutiara Regency, Kamis (20/11/2025).
Rasa kecewa bercampur marah tidak dapat disembunyikan oleh warga perumahan Mutiara Regency. Bagaimana tidak, Suhartono selaku ketua RW perumahan Mutiara Regency bersama warga sudah berkali kali menyiapkan waktu dengan tidak bekerja demi menghadiri undangan dari pemerintah Daerah kabupaten Sidoarjo, tetapi sudah dua kali dibatalkan oleh Pemda secara mendadak. Selain itu warga perumahan Mutiara Regency juga sudah meminta pendampingan dua Ahli dari akademisi untuk memberikan pemaparan kepada pemerintah daerah terkait alasan penolakan Pembongkaran tembok pembatas perumahan Mutiara Regency.

“Kami sudah berkali-kali menyiapkan dan mengatur waktu dua orang Ahli dari akademisi yang tidak mudah. Karena mereka juga punya jadwal yang sudah tersusun. Kami juga harus berkali-kali ijin tidak masuk kerja dan tidak dapat mencari nafkah. Hal tersebut kami lakukan dalam upaya untuk memenuhi/menghormati undangan Bupati Subandi, seperti yang beliau harapkan dari warga. Sepertinya Bupati Subandi sangat tidak menghargai waktu yang dikorbankan rakyatnya”, ungkap Suhartono dengan nada kesal dan penuh kekecewaan.
Agar supaya kejadian tidak berulang kembali, warga perumahan Mutiara Regency akan mengusulkan ke pemerintah daerah untuk mengundang Bupati Sidoarjo Subandi dan para pihak terkait ke tempatnya. Menurut mereka, selain agar jadwalnya lebih pasti mereka juga berharap para pejabat pemerintah Daerah kabupaten Sidoarjo tahu kondisi jalan di perumahan Mutiara Regency yang memang di disain dengan konsep satu pintu (one gate system).
“Dengan dua kali undangan dan juga dua kali dibatalkan serta agar jadwal lebih pasti, kami usulkan, kami yang akan mengundang bapak Bupati Subandi beserta undangan yang lain di tempat kami (perumahan Mutiara Regency red) supaya sekalian semua undangan tahu kondisi jalan di dalam perumahan Mutiara Regency yang memang dari awal ijin site plan nya berkonsep untuk satu pintu (one gate system),” pungkasnya. Bd



