Zonajatim.com, Sidoarjo – Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana mendorong DLKH untuk terus berupaya mengurangi sampah plastik yang mengalir dari sungai hingga ke laut terus diperkuat. Oleh karena itu, Wabup Mimik Idayana mendukung Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Sidoarjo berkolaborasi dengan komunitas lingkungan Sungai Watch untuk membersihkan aliran sungai di berbagai wilayah.
Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Sungai Watch di Kota Delta dan pemkab Sidoarjo siap perkuat kolaborasi. Wabup Mimik menilai kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam mengatasi persoalan sampah plastik.“Alhamdulillah Sidoarjo mendapat dukungan dari Sungai Watch. Ini kolaborasi yang sangat baik untuk menangani sampah plastik yang selama ini banyak berakhir di laut,” ujar Wabup Mimik Idayana saat menerima audensi Sungai Watch di rumdis, Jumat (30/1/2026).


Pemkab Sidoarjo, kata Mimik, siap mendukung perluasan program hingga menjangkau lebih banyak kecamatan.“Kalau bisa, ke depan setiap kecamatan ada gerakan seperti ini. Kita harus bersama-sama mendukung demi lingkungan yang lebih bersih,” pungkasnya.
Plt Kepala DLHK Sidoarjo, Arif Mulyono, mengatakan kerja sama ini sudah berjalan aktif sejak 2025 melalui berbagai kegiatan pembersihan sungai.“Program Sungai Watch ini sangat membantu kami. Sampah hasil pembersihan sungai kami angkut ke TPA Jabon. Sepanjang 2025, total sekitar 2.015 ton sampah sungai sudah kami tangani,” ujar Arif, Jumat (30/1/2026).

Ia menjelaskan, sampah yang diangkut tidak langsung ditimbun, tetapi dipilah terlebih dahulu bersama tim DLHK. Kolaborasi ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar tidak lagi membuang sampah ke sungai.
Menurutnya, pemasangan jaring penangkap sampah di sungai merupakan langkah korektif. Sementara itu, langkah pencegahan terus dilakukan melalui penguatan pengelolaan sampah dari hulu, termasuk edukasi di tingkat sekolah.“Kami sedang menyiapkan kurikulum lingkungan untuk siswa SD dan SMP agar sejak dini mereka paham pentingnya menjaga kebersihan sungai,” jelasnya.
DLHK juga mendorong optimalisasi TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle) di tingkat desa dan kelurahan untuk mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA.
*Sungai Watch Pasang 23 Jaring di Sidoarjo
Founder Sungai Watch, Gary Bencheghib, mengatakan pihaknya mulai aktif di Sidoarjo sejak Desember 2024. Saat ini sudah terpasang 23 titik jaring sampah di 24 kecamatan.“Jaring kami terbuat dari pipa PVC yang mengapung. Tim kami yang berjumlah 18 orang bekerja setiap hari membersihkan sampah agar tidak mengalir ke laut,” kata Gary.

Sepanjang 2025, Sungai Watch Sidoarjo mencatat telah mengumpulkan sekitar 250 ton sampah plastik dari sungai. Sampah tersebut kemudian disortir menjadi lebih dari 30 jenis sebelum diproses lebih lanjut.
Beberapa wilayah yang sudah menjadi titik pemasangan jaring antara lain Waru, Gedangan, Sedati, dan Taman. Tahun ini, Sungai Watch berencana memperluas jangkauan ke Wonoayu hingga Krian.
Selain pembersihan rutin, Sungai Watch juga menggelar aksi bersih sungai skala besar setiap minggu yang melibatkan ratusan relawan.“Kalau tidak dihentikan dari sungai, sampah akan terus sampai ke laut. Peran masyarakat sangat besar untuk menghentikan ini,” tegas Gary. Pr



