Zonajatim.com, Surabaya – Kontingan IPSI Sidoarjo berhasil meraih medali emas, perak dan perunggu pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) IPSI Jawa Timur bertajuk Piala BHS 2026. Kontingen Sidoarjo dengan raihan 1 medali emas, 2 perak, dan 2 perunggu dari total 10 atlet yang diturunkan. Dengan perolehan itu, Sidoarjo masuk peringkat 7.

Ketua IPSI Sidoarjo Anang Siswandoko mengakui target medali emas timnya belum sepenuhnya tercapai. “Alhamdulillah, terimakasih atas doanya semoga IPSI Sidoarjo terus berprestasi untuk Jatim dan Nasional, Aamiin, ” katanya.
“Kami memang menargetkan tiga emas. Tapi capaian ini tetap luar biasa. Evaluasi terbesar kami ada pada pemahaman peraturan karena regulasi berubah dua minggu sebelum pertandingan,” tambah Anang, Kamis (21/5/2026).
Menurut Anang, perubahan aturan itu cukup memengaruhi performa atlet yang sebelumnya sudah menjalani program latihan dan simulasi pertandingan sejak awal 2026.“Kami sudah berlatih hampir lima bulan dengan acuan aturan lama. Ketika aturan berubah mendadak, tentu ada penyesuaian yang belum maksimal,” katanya.

Meski begitu, Sidoarjo tetap optimistis menatap ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur mendatang. Sidoarjo memasang target minimal tiga medali emas.“Di Porprov Malang kami dapat satu emas. Untuk Porprov Surabaya target tiga emas, namun pak Bupati Subandi minta 5 emas, kalau lebih itu bonus,” tambahnya.
Sementara itu, Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, menegaskan bahwa Kejurprov IPSI BHS Cup tidak boleh sekadar menjadi agenda seremonial tahunan.
Menurutnya, pencak silat memiliki posisi strategis sebagai warisan budaya asli Indonesia yang harus dijaga eksistensinya di tengah perkembangan zaman.“Pencak silat bukan hanya soal prestasi, tetapi juga instrumen penting menjaga budaya asli Indonesia tetap hidup dan berkembang,” tegas Cahyo dalam penutupan kejuaraan.
Ia juga mengingatkan para atlet agar tidak hanya fokus membangun kekuatan fisik, tetapi juga karakter dan mental sebagai generasi penerus bangsa.“Olahlah rasa, olah pikiran, dan olah jiwa. Atlet pencak silat harus memiliki karakter kuat dan kepribadian yang mencerminkan budaya Indonesia,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Cahyo turut memberi pesan kepada atlet yang gagal meraih juara agar tidak berkecil hati. “Yang kalah punya peran penting melahirkan pemenang. Yang menang juga jangan berjumawa karena kemenangan hari ini belum tentu terulang di pertandingan berikutnya,” katanya. Pl



