Zonajatim.com, Sidoarjo – Sejumlah penjual di sentra kuliner Gajahmada Sidoarjo mengeluh sepi pembeli. Keluhan itu diterima Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana, SAP dari medsos. Pengirimnya seorang penjual nasi yang menempati stan ujung belakang sentra kuliner.
Merespon keluhan itu, Wabup Hj Mimik Idayana menindaklanjuti dengan datang langsung ke sentra kuliner Gajahmada Sidoarjo milik Pemkab Sidoarjo itu, Selasa (21/7/2026). Dijelajahinya satu persatu stan jualan yang disewakan gratis tersebut. “Ini penataannya gimana, stan warung jangan ditaruh dibelakang atau nylempit, harus dipindah ke depan biar laku, ” tegas Wabup Mimik Idayana kepada Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Sidoarjo, Amat Adi Subhan.

Wabup Mimik Idayana mengatakan kondisi dan tata letak serta penampilan Kuliner Gajah Mada dari dulu tak ada perubahan sehingga tak menarik pengunjung akibatnya sepi pembeli. “Apalagi para pemilik warung kalau siang tutup padahal makanannya enak-enak, eman rek,” ujar Wabup Mimik Idayana.

Oleh karena itu, Wabup Mimik Idayana berjanji akan menata ulang sentra kuliner Gajahmada agar ramai pembeli. Menurutnya stan yang dibelakang dipindah ke depan dan digencarkan promosi untuk menghidupkan kembali sentra kuliner Gajahmada. Salah satunya dengan menggelar berbagai event ditempat tersebut.
“Nanti kita tata kembali agar ramai pembeli, dan juga harus ada event disini agar sentra kuliner Gajahmada semakin dikenal masyarakat luas,” tegasnya.
Wabup Mimik Idayana mengatakan saat ini promosi lewat Medsos menjadi cara ampuh untuk mengenalkan suatu tempat. Namun juga harus ada sisi yang menarik dari tempat itu untuk ditonjolkan. Semisal makanan terfavorit di sentra kuliner Gajahmada yang harus banyak ditampilkan. Dengan cara itu ia yakin mampu menarik minat pengunjung. “Kuliner disini yang paling menonjol harus kita tampilkan karena sekarang itu sudah jamannya media sosial, kalau kita hanya menunggu pembeli tidak akan bisa, kita mainkan medsos kita,” paparnya.

Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop UM) Sidoarjo, Amat Adi Subhan mengatakan ada 80 stan yang ada di sentra kuliner Gajahmada Sidoarjo. Namun yang masih ditempati untuk berjual sekitar separonya. Padahal awalnya seluruh stan terisi seluruhnya.
Ia pun menyayangkan kondisi sentra kuliner Gajahmada Sidoarjo saat ini. Padahal sebelum Covid19 kondisinya cukup ramai. Pemkab Sidoarjo juga selalu melakukan pemeliharaan sentral kuliner satu-satunya milik Pemkab Sidoarjo tersebut.
Pemkab Sidoarjo akan terus berupaya meramaikan kembali sentra kuliner tersebut dengan berbagai even kegiatan.
“Rencana kedepan setelah ada appraisal, kita akan adakan lelang tempat yang masih kosong kepada para UMKM yang ada di Sidoarjo agar kian ramai, ” jelasnya.
Sementara itu Ny Ari pemilik warung makan yang menempati salah satu stan meminta Pemkab Sidoarjo kembali memajukan sentra kuliner Gajahmada. Dikatakannya banyak stan kosong yang berada dibelakang. Warung tersebut ditinggalkan pemiliknya karena sepi pembeli. Ia berharap Pemkab Sidoarjo berupaya kembali meramaikan sentra kuliner itu. “Alhamdulilah Bu Mimik datang kesini dan mengajak kita untuk memajukan sentra kuliner ini,”ucapnya. Tl



