Zonajatim.com, Sidoarjo – Warga desa Kedungbanteng yang sengsara melewati jembatan darurat selama empat tahun akhirnya berakhir. Warga Desa Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, kini dapat bernapas lega dan bersyukur setelah pembangunan jembatan penghubung menuju Desa Balongdowo, Kecamatan Candi, mulai dikerjakan.
Jembatan yang selama ini menjadi harapan masyarakat tersebut sebelumnya telah beberapa kali diusulkan melalui proposal kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Air (PUMSDA) Kabupaten Sidoarjo. Namun, usulan itu tak kunjung terealisasi.
Salah seorang warga, Toyo dan Ny Susi, mengungkapkan rasa syukur atas dimulainya pembangunan jembatan yang dinilai sangat penting bagi aktivitas masyarakat.”Kami sudah mengajukan proposal pembangunan jembatan lintas desa yang menghubungkan Desa Kedungbanteng dengan Desa Balongdowo. Namun selama ini hanya mendapat janji dan belum pernah terealisasi,” ujar Toyo.

Menurut Toyo, titik terang baru muncul setelah Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, S.AP., meninjau langsung kondisi lokasi. Usai melakukan inspeksi mendadak (sidak), Wabup Mimik berinisiatif membantu pembangunan jembatan dengan menggunakan dana pribadinya.

“Jembatan ini akhirnya bisa terwujud setelah Bu Wabup Mimik Idayana datang langsung ke lokasi. Beliau menyumbangkan dana pribadinya untuk pembangunan jembatan ini. Kami mewakili seluruh warga Kedungbanteng mengucapkan terima kasih karena akses yang sudah kami tunggu bertahun-tahun akhirnya bisa dibangun,” kata Ny Sus bersyukur juga dapat minyak goreng dari Wabup Mimik bersama sekitar 25 ibu-ibu.
Pada Selasa (21/7/2026), Wakil Bupati Mimik Idayana kembali meninjau proses pemasangan box culvert yang menjadi bagian utama konstruksi jembatan tersebut. Ia berharap pembangunan dapat berjalan lancar dan segera dimanfaatkan masyarakat.

Wabup Mimik mengatakan, usulan pembangunan jembatan tersebut sebenarnya sudah muncul sejak sekitar empat tahun lalu. Karena belum juga terealisasi, ia memilih turun tangan bersama warga untuk mewujudkannya melalui semangat gotong royong.”Sudah sekitar empat tahun usulan ini belum juga terealisasi. Akhirnya saya berinisiatif bersama warga untuk bergotong royong membangun jembatan ini secara mandiri. Semoga jembatan ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat dan bisa memperlancar aktivitas warga,” ujar Wabup Mimik.

Pembangunan jembatan tersebut disambut antusias masyarakat. Selain menjadi akses penghubung antara Desa Kedungbanteng dan Desa Balongdowo, jembatan ini diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta mendukung pertumbuhan perekonomian masyarakat di kedua wilayah. Dijadwalkan pembangunan jembatan itu selesai dalam waktu dua minggu. “Sebelum 17 Agustus 2026 jembatan lebar 3,6 meter dan panjang 7 meter itu sudah bisa dilewati umum, kami optimistis sudah tuntas, ” ujar Eko ketua panitia pembangunan jembatan. Tl



