Zonajatim, Bojonegoro – Dalam upaya mendukung pengembangan ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 21 UPN Veteran Jawa Timur melaksanakan kegiatan pendataan, observasi, dan publikasi potensi UMKM di Kelurahan Ledok Wetan, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro.
Kegiatan ini bertujuan untuk menggali potensi usaha lokal sekaligus membantu
memperkenalkan produk unggulan masyarakat kepada khalayak yang lebih luas. Melalui program bertajuk Spotlight UMKM, mahasiswa melakukan wawancara langsung dengan para pelaku usaha, mendokumentasikan proses produksi, serta menyusun profil usaha yang dapat digunakan sebagai media promosi digital maupun publikasi di berbagai platform.
Beberapa UMKM yang menjadi fokus kegiatan antara lain UMKM Tempe Hasan, Minuman Sehat Lia Tiyo, UMKM Bata Merah Barokah, serta usaha tradisional Gapit yang telah menjadi salah satu warisan kuliner khas Ledok Wetan. Setiap pelaku usaha memiliki keunikan dan potensi tersendiri yang mencerminkan semangat kewirausahaan masyarakat setempat.

UMKM Tempe Hasan, misalnya, telah beroperasi selama kurang lebih 15 tahun dengan mempertahankan proses produksi tradisional serta telah memiliki sertifikat halal dan informasi nilai gizi. Produk tempe yang dihasilkan juga telah dipasarkan hingga luar Kabupaten Bojonegoro dan menjadi salah satu pemasok bahan baku Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain itu, terdapat usaha Minuman Sehat Lia Tiyo yang memproduksi berbagai minuman herbal berbahan alami seperti kunyit asam, jahe merah, temulawak, hingga beras kencur.
Produk dikemas dalam bentuk frozen agar lebih praktis dan memiliki daya simpan lebih lama, meskipun pemasarannya masih didominasi melalui jaringan pelanggan dan media sosial sederhana seperti WhatsApp.

Mahasiswa KKN juga mengangkat kisah UMKM Bata Merah Barokah yang telah bertahan sejak tahun 2000. Di tengah tantangan cuaca, keterbatasan modal, dan minimnya pemasaran digital, usaha ini tetap menjadi sumber mata pencaharian masyarakat sekitar serta berkontribusi dalam mempertahankan industri bata merah tradisional di Ledok Wetan.
Tidak hanya itu, usaha pembuatan Gapit, jajanan tradisional khas Bojonegoro yang telah diwariskan sejak tahun 1800-an, turut menjadi perhatian mahasiswa. Keberadaan usaha ini menunjukkan bahwa produk tradisional masih memiliki daya tarik dan nilai budaya yang tinggi apabila terus dilestarikan dan dikenalkan kepada masyarakat luas.
Melalui kegiatan ini, Kelompok KKN 21 UPN Veteran Jawa Timur berharap hasil
dokumentasi dan publikasi yang telah disusun dapat membantu meningkatkan eksistensi UMKM Ledok Wetan, memperluas jangkauan pemasaran, serta mendorong pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi
nyata mahasiswa dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat sesuai dengan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Kelompok KKN 21 UPN Veteran Jawa Timur berharap sinergi antara masyarakat,
pemerintah daerah, akademisi, dan berbagai pihak dapat terus terjalin sehingga UMKM di Kelurahan Ledok Wetan semakin berkembang, memiliki daya saing yang lebih tinggi, serta mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Bj



