Zonajatim.com, Flores – Direktur Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA), Dr. Agus Harianto, SpB., memberikan kepercayaan kepada Ketua Tim Relawan Bencana Gempa Flores dari Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI), Dr. Raihan Arlan, SpAn(TI) memimpin pelayanan RSKKA dalam misi kebencanaan. “Setelah beberapa hari bekerjasama di RS Lapangan Kolaboratif Dampek, saya percaya beliau sanggup pemimpin di dalam pelayanan di RSKKA,” jelas Agus.
Agus menambahkan, soal tanggungjawab
pelayanan RSKKA secara keseluruhan masih ada pada dia sebagai Direktur RSKKA.
Diberi keleluasaan dalam memimpin pelayanan di RSKKA, Raihan mengatakan
ke depan Agus berharap, Universitas Indonesia (UI) suatu saat juga memiliki rumah sakit kapal. Karena hingga saat ini hanya ada sepuluh rumah sakit kapal di
Indonesias, yaitu RS Kapal KRI dr. Rajiman Wedyodiningrat, RS Kapal KRI dr.
Soeharso, RS Kapal KRI dr. Wahidin Sudirohusodo yang dimiliki oleh TNI AL; RS
Kapal dr. Lie Dharmawan II, RS Kapal Nusa Waluya II, RS Kapal Ganda Nusantara I,
RS Kapal Ganda Nusantara II, RS Kapal Laksamana Malahayati, RS Kapal KDDC dr.
Joserizal Jurnalis dan RS Kapal Ksatria Airlangga.

Menurut Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk tahun 2024 total ada 17.380 pulau
tersebar di lautan seluas 7,8 juta kilometer persegi. Sementara menurut Profil
Kesehatan Indonesia tahun 2024 teridentifikasi ada 1.562 pulau yang berpenghuni.
Keberadaan sepuluh RS Kapal yang ada tentunya tidak mampu melayani seluruh
pulau yang berpenghuni itu. “RSKKA saja sejak diresmikan sembilan tahun yang lalu,
hanya sanggup melakukan 136 kali kunjungan pelayanan ke pulau-pulau terpencil atau rata-rata hanya 15 pulau berpenghuni yang dikunjungi per tahun,” terang Agus.
Agus menyimpan harapan besar agar UI suatu saat memiliki rumah sakit kapal juga.
Menurutnya, Indonesia sebagai negara maritim membutuhkan lebih banyak rumah
sakit kapal yang bisa melakukan terobosan dalam memberikan pelayanan kesehatan
rujukan bagi masyarakat di pulau-pulau terpencil, termasuk menghadirkan pelayanan operasi seperti yang dilakukan oleh RSKKA.
“UI memiliki potensi yang sangat besar untuk memiliki dan mengelola rumah sakit kapal yang bisa menjadi wahana pengabdian masyarakat dan sekaligus menjadi kapal riset dan menjadi semacam KRI Dewaruci bagi mahasiswa kedokteran Universitas Indonesia,” pungkas Agus. Ps



