Zonajatim.com, Sidoarjo – Rekomendasi DPRD Sidoarjo dan keluhan warga sekitar yang sudah resah dengan peredaran miras, narkoba dan prostitusi terselubung mendapat respon Wakil Bupati Hj Mimik Idayana, SAP.
Wabup Mimik Idayana bersama Satpol PP Kabupaten Sidoarjo, TNI, Polri, Dinas Kesehatan, dan Disdukcapil menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) di kawasan warung kopi (warkop) remang-remang eks Tol Gempol–Porong (HK), Kecamatan Jabon, Sabtu (4/7) malam.
Ikut mendampingi Wabup Mimik yakni Camat Jabon Abdul Rochim, Kapolsek Jabon AKP Nanang, Danramil Jabon Kapten Adi, Kasatpol PP Yany dan anggota DPRD Rojik dari Jabon.
Dalam operasi gabungan tersebut Wabup Mimik langsung mendatangi warkop yang juga dilengkapi ruang kamar karaoke lebih dari satu disekitar eks tol HK. Namun saat didatangi Wabup Mimik banyak tempat kafe karaoke yang tutup tidak beroperasi. Atas kenyataan tersebut Wabup Mimik mengaku kaget karena operasi gabungan ini bocor sehingga banyak yang tutup. “Ini pasti bocor, banyak yang tutup ketika kita sidak, ” ujar Wabup Mimik.



Kendati demikian Wabup Mimik Idayana tetap masuk ke dalam warkop yang buka dan dilengkapi kamar karaoke. Saat didatangi kamar karaoke, Wabup Mimik geleng-geleng kepala, karena mereka beroperasi tanpa ijin dan tetap dibiarkan oleh aparat setempat. Bahkan saat masuk ke dalam Wabup Mimik menemukan banyak botol miras yang sudah kosong. “Ini gimana pak Yani dan pak Camat mereka kok gak ditindak, kita ini miris kasus HIV di Sidoarjo mengalami kenaikan, kok tempat seperti ini dibiarkan bebas operasi, saya minta segera ditertibkan dan dibongkar, ” tegas Wabup Mimik sambil menyemprotkan pilok ke warkop plus kafe karaoke untuk ditutup. Ada tiga warkop plus karaoke yang disidak Wabup Mimik di eks tol HK.
Setelah itu, Wabup Mimik Idayana menuju jalan Jabon menuju Tlocor untuk sidak ruko tempat karaoke dan warkop plus karaoke di desa Jemirahan. Hasilnya tempat karaoke Wardah Music dan Warkop Nopret2 saat disidak kondisinya tutup. Tetapi dari luar lampu dalam ruko itu nyala dan ada motor yang parkir diluar dan dipastikan ada orang didalamnya.


Ketika pintu Wardah music dan Warkop itu digedor sama Wabup Mimik orang di dalam tidak mau buka. Saat itu, Wabup Mimik mendapat laporan bahwa di ruang sebelah Wardah music terdapat botol miras yang masih utuh. Kontan Wabup Mimik langsung masuk dan mengambil botol miras dalam jumlah banyak dan minta Satpol PP untuk membawa dan memproses langkah lanjutan.
Melihat kenyataan itu, Wabup Mimik langsung melakukan penyegelan pintu masuk dan keluar Wardah music dan Warkop Nopret2. Saat mau balik, Wabup Mimik Idayana mendapat laporan bahwa petugas berhasil membongkar jendela dan membuka pintu Wardah music. Ketika Wabup Mimik masuk langsung kaget ternyata di dalam ada tiga wanita bersembunyi di kamar dan langsung diminta keluar.


Dari hasil ngobrol dengan tiga wanita yang salah satunya pemilik Wardah music, Wabup Mimik Idayana mendapat pengakuan dari pemilik Wardah music yang warga Pondok Mutiara Sidoarjo bahwa dia menyewa ruko sudah dua tahun ke kades Jemirahan Jabon. “Iya saya bayar ke pak kades, Bu Wabup” katanya. Dari hasil laporan dan kwitansi yang didapat mereka bayar sewa ke kades setahun Rp 8 juta.

Wabup Mimik Idayana mengatakan bahwa kita di Sidoarjo miris melihat tingginya kasus HIV, sehingga malam ini saya bersama para komandan melaksanakan operasi gabungan di eks tol HK. ” Saat kita datangi ada beberapa tempat karaoke karena sudah tahu ada operasi, jadi banyak sekali tempat-tempat karaoke yang tutup. Tapi alhamdulillah kita menemukan. Untuk tindakan penutupan, ya sekitar 25 warkop plus kafe karaoke, ” tegas Wabup Mimik.

“Dari operasi ini ada pemilik dan karyawan dan pengunjung karaoke yang kena razia, ada puluhan. Mereka ini rata-rata buka mulai jam tujuh malam sampai jam tiga jelang subuh rata-rata. Mereka yang kita razia ada dari Bangil, Pasuruan, Mojokerto, Tuban dan kita lakukan tes darah, ” tambah Wabup Mimik.
Anggota DPRD Sidoarjo Rojik mengatakan saya memberikan apresiasi dan juga harapan, menaruh harapan besar pada pemerintah harus hadir. Karena keberadaan kegiatan yang ada di Jabon ini menjadi etalasenya Sidoarjo. Apa lagi sudah dilihat seperti ini, ya, sudah terbuka. “Selama ini keluhan dari para kiai sudah sangat-sangat miris sekali keberadaan tempat karaoke di Jabon ini karena menjadikan pemandangan yang kurang baik bagi generasi kita. Sekarang kemana lalu lalang di Jabon itu kelihatannya ya seperti itu, menjadikan pemandangan yang negatif, ” papar Rojik.
Dalam operasi tersebut, sebanyak 49 orang yang terdiri atas pemandu lagu (LC), penjual, dan pengunjung menjalani rapid test HIV. Hasilnya, 48 orang dinyatakan negatif HIV, sedangkan satu orang terindikasi menderita sifilis atau Infeksi Menular Seksual (IMS).
Selain pemeriksaan kesehatan, petugas juga mengamankan 34 botol minuman keras (miras) dari sejumlah warkop untuk dibawa ke Mako Satpol PP Kabupaten Sidoarjo sebagai barang bukti.
Kepala Satpol PP Kabupaten Sidoarjo Yany Setyawan mengatakan, operasi gabungan tersebut merupakan langkah nyata pemerintah dalam menekan penyebaran HIV/AIDS sekaligus memberantas penyakit masyarakat.
“Kasus HIV/AIDS di Sidoarjo masih cukup tinggi sehingga perlu dilakukan langkah-langkah pencegahan secara terpadu. Operasi ini tidak hanya bertujuan melakukan penegakan aturan, tetapi juga memberikan edukasi serta deteksi dini kepada kelompok yang berisiko,” ujar Yany.
Ia menjelaskan, seluruh personel tetap mengedepankan pendekatan yang humanis dan persuasif selama operasi berlangsung. Namun, penindakan tetap dilakukan terhadap pelanggaran yang ditemukan, termasuk peredaran minuman keras.
Sebanyak 252 personel diterjunkan dalam operasi tersebut. Mereka terdiri atas 210 personel Satpol PP, 15 personel Polresta Sidoarjo, lima personel Kodim 0816/Sidoarjo, lima personel Subdenpom V/4-1 Sidoarjo, lima personel Garnisun, enam personel Disdukcapil, serta enam personel Dinas Kesehatan. Pr



